Amazing Slide Presentation & Sensei (information science)

Standar

Senin, 20 Jan 2014, aku menemui seorang sensei di jurusan Systems and Social Informatics, beliau juga menjadi ahli di bidang Information Communication Technology (ICT) and Design. Beliau tertarik pada buku Amazing Slide Presentation. Beliau bahkan meminta pertemuan dengan penulisnya, Dhony Firmansyah.

———————————————————————————————

Yasuda sensei nama beliau. Di tengah-tengah kesibukannya, beliau masih menyempatkan waktunya untuk sharing denganku di labnya. Karena ada rapat mendadak, jam janjian yang harusnya pukul 17:00 diundur 18:30. Setelah sholat maghrib dan makan di ruang tunggu GSID, tepat 18:30 aku sudah berdiri di depan pintu lab sensei, lantai 3. Ada kertas kecil yang tertempel di pintu bertuliskan “berada di ruang kuliah lantai 1”. Rupanya beliau masih rapat.

Sekitar 8 menit kemudian, aku mendengar suara orang berlari. Kutengok dari balik kaca, seseorang berjas berlari sambil menenteng dokumen. Wajahnya mirip dengan Yasuda-sensei, yang kulihat di web Nagoya univ.

“Aah, maaf. Kamu Kuma-san ya?” Sensei mbungkuk-mbungkuk minta maaf, lalu membuka pintu labnya.

“Ndak apa-apa sensei, saya yang minta maaf karena mengganggu waktu sensei. Padahal sensei sangat sibuk. Maaf.” Jadi ngga ati, meski di Jepang profesor sekalipun minta maaf sambil bungkuk2 gitu sudah biasa, tetap aja perasaanku ga enak.

Beliau mempersilakan aku duduk. Lalu kami ngobrol seputar kegiatan lab sensei, kegiatanku saat ini, plus tentang Amazing Slide Presentation. Seperti yang kuduga sebelumnya, beliau mengatakan, “Kalau tentang pembuatan slide presentation powerpoint di Jepang, itu sudah masa 10 tahun yang lalu ya. Masa seorang semua orang bisa membuatnya.” Tapi tetap dengan bahasa yang sopan.

Aku pun tersenyum, “Sensei memang betul. Di Indonesia pun skill membuat slide powerpoint mulai merebak sekitar 8-9 tahun yang lalu. Namun Amazing Slide Presentation bukan workshop pembuatan slide, melainkan desain slide plus mendesain proses presentasinya.”

Sensei manggut-manggut, lalu mulailah tertarik membuka buku Amazing Slide Presentation. Begitu melihat foto Steven Paul “SteveJobs (ASP : 18), wajah beliau makin menunjukkan ketertarikannya. Beliau rupanya ngefans dengan Steve Jobs.

Pembicaraan kami melebar ke panggung TEDx. Beliau mengatakan November tahun lalu, Nagoya Univ juga menggelar panggung TED-x (sayang aku ga tahu informasinya 😦 ). Rekan seprofesi dan mahasiswa Nagoya Univ pun ikut tampil mempresentasi idenya tentang information technology.

Karena aku guru, sensei berjanji akan mempertemukanku dengan salah satu mahasiswanya, asal Brazilia, yang meneliti tentang penggunaan e-learning di sekolah. Semoga Maret, pertemuan ini bisa dilaksanakan. Kalau Februari, tidak mungkin, karena bulan Jan-Feb adalah bulan-bulan krusial masa ujian tesis, UAS dan lain sebagainya.

Sensei membuka-buka halaman yang lain, beliau menemukan foto kami sekeluarga (ASP : 52). Kelucuan wajah Isam Naoki menyedot perhatiannya, lalu beliau pun menceritakan kisah anak lelakinya yang kini duduk di bangku SD.

Kami juga menyinggung tentang Garr Reynolds, profesor di Kansai Gaidai Osaka, yang akan ditemui suamiku. Yasuda sensei pun mengatakan, “Kalau suamimu sudah datang ke Jepang, pertemukan aku dengannya.”

Kurang lebih 1 jam pembicaraanku dengan Yasuda sensei. Terimakasih sensei, sudah sharing banyak hal denganku. Semoga hubungan yang baik bisa terus berjalan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s